Anjing Agresif
Desember 19, 2006
Kenapa anjing menjadi agresif ? Apa yang menjadi faktor penyebab anjing menjadi agresif ? Apa ciri-ciri anjing yang agresif ? Berikut uraian mengenai anjing agresif.
Kebutuhan Sosialisasi
Anjing yang agresif (baca:suka menyerang orang) merupakan persoalan terberat bagi orang yang memelihara anjing. Sejak usia 3 minggu, kebutuhan untuk bersosialisasi bagi anjing sangat besar. Ini menjadi penting karena jika kebutuhan ini tak tercukupi dengan baik, sifat agresif anjing akan muncul kemudian hari. Bayangkan betapa repotnya jika sifat itu dimiliki anjing dari trah besar.
Pembelian anjing terbaik pada usia 7 atau 8 minggu. Dengan demikian, upaya sosialisasi mulai berjalan seiring dengan peralihan kepemilikan anjing dari penjual ke pembeli. Hingga 10 minggu, adalah masa penuh ketakutan. Untuk itu, anjing pada usia tersebut perlu dirawat dan dilatih dengan penuh kelembutan.
Masa kanak-kanak menuju masa remaja seekor anjing berawal pada usia 14 minggu. Pada usia ini, mereka masih mempunyai rasa takut dan belum percaya diri. Masa-masa penuh ketidakpercayaan diri itu berakhir pada usia antara 14 hingga 15 bulan. Kematangan secara fisik dan seksual berada di usia ini.
Anjing yang tidak pernah diajarkan bersosialisasi dengan orang atau binatang lain sejak usia 14 minggu hingga 14 bulan akan sangat sulit untuk di-handle.
Anak-anak anjing yang tumbuh di kennel dengan sedikit sentuhan tangan manusia kerap kali menjadi anjing yang akan mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang. Apalagi jika hingga usia 14 minggu, anak anjing itu belum terjual. Tentu saja ia akan menjadi anjing yang gugup jika bertemu dengan orang asing.
Sementara itu, kematangan secara seksual terjadi sejak anjing berusia 14 bulan. Pada usia ini, ia mulai menggonggong jika ada orang asing. Mereka menjadi lebih protektif, baik terhadap wilayahnya, orang-orang yang disukainya (baca:pemilik), dll. usia 14 bulan merupakan batas masa pengenalan terhadap seluruh anggota keluarga dan binatang peliharaan lain.
Faktor genetik dan keturunan
Faktor-faktor ini sangat berperan terhadap sifat agresifitas yang ada pada diri seekor anjing. Jenis anjing yang memiliki kecenderungan agresif antara lain Doberman, Rottweiler dll. Anjing jenis terrier juga memiliki kecenderungan sifat agresif.
Sementara itu, anjing hasil persilangan dari jenis yang berbeda juga kerap memiliki sifat yang tak stabil. Tentu saja sifat agresif tak terelakkan. Berbagai permasalahan anjing hasil kawin silang juga terbilang lebih banyak dari anjing yang masih murni hasil perkawinan satu jenis.
Lingkungan
Kondisi di mana anjing berada, kurangnya sosialisasi, pemberian hukuman yang berlebihan, terlalu berlebihan dalam memanjakan anjing, terlalu dikekang adalah beberapa hal yang bisa mempengaruhi anjing untuk bertindak agresif.
Ciri-ciri anjing agresif
- menggonggong secara berlebihan
- cenderung suka menggeram atau menggertak
ketika kita mencoba mengambil makanan darinya
- mempunyai rasa kepemilikan yang kuat
- tidak memiliki rasa takut atau nervous sedikitpun di lingkungan yang baru
- tidak memiliki rasa takut atau nervous sedikitpun terhadap orang asing
- suka menyerang binatang peliharaan lain
- selalu mencoba untuk menyerang setiap benda yang bergerak
(ex : mobil, motor, sepeda, dll)
- tidak suka berada di rumah (baik di kandangnya maupun di dalam rumah anda)
- lebih suka menghabiskan waktu di ruangan yang tak bisa kita kontrol,
sehingga ia dapat melakukan sesuatu sesuka hatinya